Check out the new design

Firo maanaaji Alqur'aana Teddunde nden - Eggo maanaaji Kur'aana e haala Indonisiya - Almujma' * - Loowdi firooji ɗi

XML CSV Excel API
Please review the Terms and Policies

Firo maanaaji Simoore.: Simoore goongɗinɓe   Aaya.:

Al-Mu`minūn

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ
dan orang-orang yang menunaikan zakat,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki [995], maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
[995]. Maksudnya, budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir. Bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu dan kebiasaan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini lihat selanjutnya catatan kaki nomor 282.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ
Barang siapa mencari yang di balik itu [996], maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
[996]. Maksudnya, zina, homoseksual, dan sebagainya.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ
dan orang-orang yang memelihara salatnya.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
(yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ
Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ
Kemudian, Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ
Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ إِنَّكُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ
Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلۡخَلۡقِ غَٰفِلِينَ
Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرٖ فَأَسۡكَنَّٰهُ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابِۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَأَنشَأۡنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّٰتٖ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَٰبٖ لَّكُمۡ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٞ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu, kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَشَجَرَةٗ تَخۡرُجُ مِن طُورِ سَيۡنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهۡنِ وَصِبۡغٖ لِّلۡأٓكِلِينَ
dan pohon kayu keluar dari Ṭūr Saynā`(pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَإِنَّ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَنۡعَٰمِ لَعِبۡرَةٗۖ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ كَثِيرَةٞ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu; Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu dan sebagian darinya kamu makan,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَعَلَيۡهَا وَعَلَى ٱلۡفُلۡكِ تُحۡمَلُونَ
dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَقَالَ ٱلۡمَلَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ مَا هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيۡكُمۡ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَٰٓئِكَةٗ مَّا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِيٓ ءَابَآئِنَا ٱلۡأَوَّلِينَ
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنۡ هُوَ إِلَّا رَجُلُۢ بِهِۦ جِنَّةٞ فَتَرَبَّصُواْ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٖ
la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالَ رَبِّ ٱنصُرۡنِي بِمَا كَذَّبُونِ
Nūḥ berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku [997] karena mereka mendustakan aku."
[997]. Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nūḥ ‘Alaihissalām kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis­habisnya. Lihat selanjutnya Surah (71) Nūḥ ayat 26.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡهِ أَنِ ٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ فَٱسۡلُكۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ مِنۡهُمۡۖ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ
Lalu, Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannūr [998] telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
[998]. Maksud tannūr ialah semacam alat pemasak roti yang diletakkan di dalam tanah terbuat dari tanah liat; biasanya tidak ada air di dalamnya. Terpancarnya air di dalam tannūr itu menjadi suatu alamat bahwa banjir besar akan melanda negeri itu.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَإِذَا ٱسۡتَوَيۡتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلۡفُلۡكِ فَقُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَقُل رَّبِّ أَنزِلۡنِي مُنزَلٗا مُّبَارَكٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ
Dan berdoalah, "Ya Tuhan-ku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ وَإِن كُنَّا لَمُبۡتَلِينَ
Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah) dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nūḥ itu).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ أَنشَأۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِمۡ قَرۡنًا ءَاخَرِينَ
Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain [999].
[999]. Maksudnya, kaum ‘Ād sebagai yang diriwayatkan dari lbnu Abbas dan itulah yang dipegangi oleh jumhur mufassirin dan rasul yang diutus dalam kalangan mereka yang disebut dalam ayat 32 berikut ialah Nabi Hūd ‘Alaihissalām.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَأَرۡسَلۡنَا فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَقَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱلۡأٓخِرَةِ وَأَتۡرَفۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا مَا هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يَأۡكُلُ مِمَّا تَأۡكُلُونَ مِنۡهُ وَيَشۡرَبُ مِمَّا تَشۡرَبُونَ
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan dan meminum dari apa yang kamu minum.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَئِنۡ أَطَعۡتُم بَشَرٗا مِّثۡلَكُمۡ إِنَّكُمۡ إِذٗا لَّخَٰسِرُونَ
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian menaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَيَعِدُكُمۡ أَنَّكُمۡ إِذَا مِتُّمۡ وَكُنتُمۡ تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَنَّكُم مُّخۡرَجُونَ
Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu) [1000]?
[1000]. Maksudnya, dikeluarkan dalam keadaan hidup sebagai waktu di dunia.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
۞ هَيۡهَاتَ هَيۡهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ
jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنۡ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا نَمُوتُ وَنَحۡيَا وَمَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوثِينَ
kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini; kita mati dan kita hidup [1001] dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,
[1001]. Maksudnya, di samping sebagian dari manusia meninggal dunia, maka ada manusia yang lain dilahirkan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنۡ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا وَمَا نَحۡنُ لَهُۥ بِمُؤۡمِنِينَ
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالَ رَبِّ ٱنصُرۡنِي بِمَا كَذَّبُونِ
Rasul itu berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالَ عَمَّا قَلِيلٖ لَّيُصۡبِحُنَّ نَٰدِمِينَ
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّيۡحَةُ بِٱلۡحَقِّ فَجَعَلۡنَٰهُمۡ غُثَآءٗۚ فَبُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir [1002], maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
[1002]. Maksudnya, demikian buruknya akibat mereka sampai mereka tiada berdaya sedikit pun. Tidak ubahnya sebagai sampah yang dihanyutkan banjir, padahal tadinya mereka bertubuh besar-besar dan kuat-kuat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ أَنشَأۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِمۡ قُرُونًا ءَاخَرِينَ
Kemudian, Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain [1003].
[1003]. Maksudnya, kaum Nabi Ṣālīḥ ‘Alaihissalām, kaum Nabi Lūṭ ‘Alaihissalām, dan kaum Nabi Syuʻayb ‘Alaihissalām.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
مَا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ
Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا تَتۡرَاۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةٗ رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُۖ فَأَتۡبَعۡنَا بَعۡضَهُم بَعۡضٗا وَجَعَلۡنَٰهُمۡ أَحَادِيثَۚ فَبُعۡدٗا لِّقَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ
Kemudian, Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain [1004]. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
[1004]. Maksudnya, karena tiap-tiap umat itu mendustakan rasul-Nya, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā membinasakan mereka dengan berturut-turut.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ثُمَّ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَٰرُونَ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ
Kemudian, Kami utus Musa dan saudaranya Hārūn dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami dan bukti yang nyata [1005],
[1005]. Maksud tanda-tanda kebesaran Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dan bukti yang nyata dalam ayat ini ialah mujizat Nabi Musa ‘Alaihissalām yang sembilan buah, lihat catatan kaki nomor 869.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ وَكَانُواْ قَوۡمًا عَالِينَ
kepada Firʻawn dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَقَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لِبَشَرَيۡنِ مِثۡلِنَا وَقَوۡمُهُمَا لَنَا عَٰبِدُونَ
Dan mereka berkata, "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Isrā`īl) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡلَكِينَ
Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ لَعَلَّهُمۡ يَهۡتَدُونَ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan Alkitab (Taurat) kepada Musa agar mereka (Bani Isrā`īl) mendapat petunjuk.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَجَعَلۡنَا ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةٗ وَءَاوَيۡنَٰهُمَآ إِلَىٰ رَبۡوَةٖ ذَاتِ قَرَارٖ وَمَعِينٖ
Dan telah Kami jadikan (ʻIsa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami) dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir [1006].
[1006]. Yaitu suatu tempat di Palestina.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُواْ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَإِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱتَّقُونِ
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu [1007], dan Aku adalah Tuhan-mu, maka bertakwalah kepada-Ku.
[1007]. Lihat Catatan Kaki Surah Al-Anbiyā` (21) ayat 92.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَتَقَطَّعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡ زُبُرٗاۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَيۡهِمۡ فَرِحُونَ
Kemudian, mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَذَرۡهُمۡ فِي غَمۡرَتِهِمۡ حَتَّىٰ حِينٍ
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَيَحۡسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٖ وَبَنِينَ
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
نُسَارِعُ لَهُمۡ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۚ بَل لَّا يَشۡعُرُونَ
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar [1008].
[1008]. Lihat Surah (9) At-Taubah ayat 55 dan lihat Surah (3) Āli ʻImrān ayat 178
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ
Sesungguhnya, orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ يُؤۡمِنُونَ
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمۡ لَا يُشۡرِكُونَ
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun),
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka [1009],
[1009]. Maksudnya, karena mengetahui bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima Tuhan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أُوْلَٰٓئِكَ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَهُمۡ لَهَا سَٰبِقُونَ
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya [1010].
[1010]. Maksudnya, orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat 57, 58, 59, dan 60 itulah yang bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu akan diberikan kepada mereka dengan segera sejak di dunia ini.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ وَلَدَيۡنَا كِتَٰبٞ يَنطِقُ بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ
Kami tiada membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran [1011] dan mereka tidak dianiaya.
[1011]. Maksudnya, kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan pada hari kiamat (Lihat Surah (45) Al-Jāṡiyah ayat 29).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
بَلۡ قُلُوبُهُمۡ فِي غَمۡرَةٖ مِّنۡ هَٰذَا وَلَهُمۡ أَعۡمَٰلٞ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمۡ لَهَا عَٰمِلُونَ
Akan tetapi, hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk); selain dari itu, mereka tetap mengerjakannya.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذۡنَا مُتۡرَفِيهِم بِٱلۡعَذَابِ إِذَا هُمۡ يَجۡـَٔرُونَ
Hingga apabila Kami timpakan azab [1012] kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka dengan serta merta mereka memekik meminta tolong.
[1012]. Maksudnya, azab di akhirat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
لَا تَجۡـَٔرُواْ ٱلۡيَوۡمَۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ
Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَدۡ كَانَتۡ ءَايَٰتِي تُتۡلَىٰ عَلَيۡكُمۡ فَكُنتُمۡ عَلَىٰٓ أَعۡقَٰبِكُمۡ تَنكِصُونَ
Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur`ān) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
مُسۡتَكۡبِرِينَ بِهِۦ سَٰمِرٗا تَهۡجُرُونَ
dengan menyombongkan diri terhadap Al-Qur`ān itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَفَلَمۡ يَدَّبَّرُواْ ٱلۡقَوۡلَ أَمۡ جَآءَهُم مَّا لَمۡ يَأۡتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami) atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَمۡ لَمۡ يَعۡرِفُواْ رَسُولَهُمۡ فَهُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ
Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka karena itu mereka memungkirinya?
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَمۡ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةُۢۚ بَلۡ جَآءَهُم بِٱلۡحَقِّ وَأَكۡثَرُهُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ
Atau (apakah patut) mereka berkata, "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya, dia telah membawa kebenaran kepada mereka dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلۡحَقُّ أَهۡوَآءَهُمۡ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ بَلۡ أَتَيۡنَٰهُم بِذِكۡرِهِمۡ فَهُمۡ عَن ذِكۡرِهِم مُّعۡرِضُونَ
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya, Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al-Qur`ān) mereka, tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ خَرۡجٗا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيۡرٞۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhan-mu [1013] adalah lebih baik dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
[1013]. Maksud "upah dari Tuhan" ialah rezeki yang dianugerahkan Tuhan di dunia dan pahala di akhirat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَإِنَّكَ لَتَدۡعُوهُمۡ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَٰكِبُونَ
Dan sesungguhnya, orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
۞ وَلَوۡ رَحِمۡنَٰهُمۡ وَكَشَفۡنَا مَا بِهِم مِّن ضُرّٖ لَّلَجُّواْ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ
Andaikata mereka Kami belas kasihani dan Kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami [1014], benar-benar mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam keterlaluan [1015] mereka.
[1014]. Maksudnya, bahaya kelaparan. Pernah kaum musyrikin itu mengalami kelaparan karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke Mekah, sedang Mekah dengan sekitarnya pun dalam keadaan paceklik hingga amat melaratlah mereka pada waktu itu.
[1015]. Maksud ṭugyān (keterlaluan) dalam ayat ini ialah kekafiran yang sangat, kesombongan, dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallamdan kaum muslimin yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَلَقَدۡ أَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡعَذَابِ فَمَا ٱسۡتَكَانُواْ لِرَبِّهِمۡ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ
Dan sesungguhnya, Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka [1016], maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
[1016]. Maksud "azab tersebut", antara lain kekalahan mereka pada peperangan Badar. Dalam peperangan itu, orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau ditawan dan musim kering yang menimpa mereka hingga mereka menderita kelaparan. (Lihat catatan kaki ayat 75 surah ini).
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَابٗا ذَا عَذَابٖ شَدِيدٍ إِذَا هُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ
Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ
Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur [1017].
[1017]. Maksud "bersyukur" di ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَهُوَ ٱلَّذِي ذَرَأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَإِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ
Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَهُوَ ٱلَّذِي يُحۡيِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخۡتِلَٰفُ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
بَلۡ قَالُواْ مِثۡلَ مَا قَالَ ٱلۡأَوَّلُونَ
Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالُوٓاْ أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ
Mereka berkata, "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
لَقَدۡ وُعِدۡنَا نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا هَٰذَا مِن قَبۡلُ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ
Sesungguhnya, kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini [1018] dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".
[1018]. Maksudnya, diancam dengan hari berbangkit.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قُل لِّمَنِ ٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Katakanlah, "Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ قُلۡ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قُلۡ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلسَّبۡعِ وَرَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ
Katakanlah, "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arasy yang besar?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ قُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قُلۡ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيۡهِ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ قُلۡ فَأَنَّىٰ تُسۡحَرُونَ
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah". Katakanlah, "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
بَلۡ أَتَيۡنَٰهُم بِٱلۡحَقِّ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ
Sebenarnya, Kami telah membawa kebenaran [1019] kepada mereka dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
[1019]. Maksud "kebenaran" dalam ayat ini ialah kepercayaan tentang tauhid dan hari berbangkit.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٖ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنۡ إِلَٰهٍۚ إِذٗا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهِۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ
Yang mengetahui semua yang gaib [1020] dan semua yang tampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.
[1020]. Lihat catatan kaki nomor 14.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ
Katakanlah, "Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
رَبِّ فَلَا تَجۡعَلۡنِي فِي ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمۡ لَقَٰدِرُونَ
Dan sesungguhnya, Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ ٱلسَّيِّئَةَۚ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَصِفُونَ
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan [1021].
[1021]. Maksudnya, perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kaum musyrikin yang tidak baik itu hendaklah dihadapi oleh nabi dengan yang baik. Umpamanya, dengan memaafkannya asal tidak membawa pada kelemahan dan kemunduran dakwah.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhan-ku dari kedatangan mereka kepadaku."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhan-ku kembalikanlah aku (ke dunia) [1022],
[1022]. Maksudnya, orang-orang kafir pada waktu menghadapi sakratul maut meminta supaya diperpanjang umur mereka agar mereka dapat beriman.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحٗا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan [1023].
[1023]. Maksudnya, mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَإِذَا نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ
Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu [1024] dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
[1024]. Maksudnya, pada hari kiamat itu, manusia tidak dapat tolong-menolong, walaupun dalam kalangan sekeluarga.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya [1025], maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
[1025]. Maksudnya, orang-orang mukmin yang beramal saleh.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فِي جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ
Dan barang siapa yang ringan timbangannya [1026], maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri; mereka kekal di dalam neraka Jahanam.
[1026]. Maksudnya, orang-orang kafir karena kepercayaan dan amal mereka tidak dihargai oleh Allah pada hari kiamat itu. Lihat ayat 105, Surah( 18) Al-Kahf.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
تَلۡفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمۡ فِيهَا كَٰلِحُونَ
Muka mereka dibakar api neraka dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَلَمۡ تَكُنۡ ءَايَٰتِي تُتۡلَىٰ عَلَيۡكُمۡ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالُواْ رَبَّنَا غَلَبَتۡ عَلَيۡنَا شِقۡوَتُنَا وَكُنَّا قَوۡمٗا ضَآلِّينَ
Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan adalah kami orang-orang yang sesat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا مِنۡهَا فَإِنۡ عُدۡنَا فَإِنَّا ظَٰلِمُونَ
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran); sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالَ ٱخۡسَـُٔواْ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ
Lalu, kamu menjadikan mereka buah ejekan sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka,
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
إِنِّي جَزَيۡتُهُمُ ٱلۡيَوۡمَ بِمَا صَبَرُوٓاْ أَنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang [1027]."
[1027]. Maksud ayat 108, 110, dan 111 ialah bahwa orang-orang kafir itu diperintahkan tinggal tetap di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, dan berdoa kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā supaya diberi ampun dan rahmat.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَٰلَ كَمۡ لَبِثۡتُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ عَدَدَ سِنِينَ
Allah bertanya, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَالُواْ لَبِثۡنَا يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٖ فَسۡـَٔلِ ٱلۡعَآدِّينَ
Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
قَٰلَ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗاۖ لَّوۡ أَنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi), melainkan sebentar saja kalau kamu sesungguhnya mengetahui" [1028].
[1028]. Maksudnya, mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
أَفَحَسِبۡتُمۡ أَنَّمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ عَبَثٗا وَأَنَّكُمۡ إِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡكَرِيمِ
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) arasy yang mulia.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَمَن يَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ
Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
وَقُل رَّبِّ ٱغۡفِرۡ وَٱرۡحَمۡ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku berilah ampun dan berilah rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik."
Tafsiraaɗe Aarabu ɗen:
 
Firo maanaaji Simoore.: Simoore goongɗinɓe
Loowdi cimooje ɗe Tonngoode hello ngon
 
Firo maanaaji Alqur'aana Teddunde nden - Eggo maanaaji Kur'aana e haala Indonisiya - Almujma' - Loowdi firooji ɗi

Iwde e galle jaagorde geɗe Lislaam, Enndonisi'a. Nde feewtinaa les njiimaandi ñiiɓirde Rowad ngam Eggude. Eggo lasli ngoo na waawi janngeede ngam addude heen miijo e ɓetde ɗum e jokkude moƴƴin'de.

Uddu